-
Notifications
You must be signed in to change notification settings - Fork 0
Expand file tree
/
Copy pathindex.html
More file actions
223 lines (220 loc) · 9.18 KB
/
Copy pathindex.html
File metadata and controls
223 lines (220 loc) · 9.18 KB
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100
101
102
103
104
105
106
107
108
109
110
111
112
113
114
115
116
117
118
119
120
121
122
123
124
125
126
127
128
129
130
131
132
133
134
135
136
137
138
139
140
141
142
143
144
145
146
147
148
149
150
151
152
153
154
155
156
157
158
159
160
161
162
163
164
165
166
167
168
169
170
171
172
173
174
175
176
177
178
179
180
181
182
183
184
185
186
187
188
189
190
191
192
193
194
195
196
197
198
199
200
201
202
203
204
205
206
207
208
209
210
211
212
213
214
215
216
217
218
219
220
221
222
223
<!DOCTYPE html>
<html lang="en">
<head>
<meta charset="UTF-8">
<meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1.0">
<title>Version Control System</title>
<link href="https://fonts.googleapis.com/css2?family=Space+Grotesk:wght@300..700&display=swap" rel="stylesheet">
</head>
<style>
body {
font-family: 'Space Grotesk';
background-color: #cdbed6;
margin: 0;
padding: 0;
}
h1 {
color: #ffffff;
text-align: center;
background-color: #786191;
border-radius: 100px;
padding: 20px;
margin: 20px;
}
h2 {
color: #786191;
text-align: left;
margin: 20px;
}
p {
color: #453852;
font-size: 18px;
margin: 20px;
text-align: justify;
}
ol,ul {
color: #453852;
font-size: 18px;
margin: 20px;
text-align: justify;
}
hr {
border: 1px solid #ffffff;
margin: 20px 0;
}
code {
background-color: #85699a95;
}
</style>
<body>
<h1>Version Control System Summary</h1>
<h2>Apa Itu Version Control System?</h2>
<p>
Version Control System (VCS) atau dikenal sebagai revision control system/source code management,
merupakan sistem yang digunakan untuk mengelola perubahan pada dokumen, program, website, atau kumpulan informasi lainnya.
VCS mencatat riwayat perubahan, sehingga memungkinkan pengguna untuk meninjau, membandingkan,
dan kembali ke versi sebelumnya sesuai kebutuhan.
</p>
<hr>
<h2>Jenis-jenis Version Control System</h2>
<ol>
<li>Local Version Control System<br>
<ul>
<li>Menyimpan perubahan di komputer lokal</li>
<li>Menggunakan database sederhana untuk mencatat semua perubahan</li>
<li>Rentan kehilangan seluruh riwayat perubahan jika terjadi kerusakan atau kehilangan pada basis data</li>
</ul>
</li>
<li>Centralized Version Control System<br>
<ul>
<li>Menggunakan server pusat yang menyimpan seluruh versi dokumen</li>
<li>Memudahkan kolaborasi, semua orang bisa melihat perubahan satu sama lain</li>
<li>Risiko kehilangan data jika server pusat mengalami kerusakan</li>
</ul>
</li>
<li>Distributed Version Control System<br>
<ul>
<li>Setiap pengguna memiliki salinan lengkap repositori, termasuk seluruh riwayat perubahan, bukan hanya versi terbaru</li>
<li>Repositori dapat dipulihkan dari pengguna mana pun jika server utama mengalami kerusakan</li>
<li>Mendukung beberapa repositori jarak jauh secara bersamaan, sehingga memungkinkan kolaborasi</li>
</ul>
</li>
</ol>
<hr>
<h2>Pengertian Git dan Github</h2>
<p>
Git adalah perangkat lunak distributed version control system yang digunakan untuk mengelola perubahan pada source code atau data.
Git umum digunakan oleh programmer dalam pengembangan sistem secara kolaboratif.<br>
Terdapat tiga status utama file dalam Git:
<ul>
<li>Modified: file telah diubah tetapi belum dikomit ke dalam database Git</li>
<li>Staged: file telah dipersiapkan untuk dikomit</li>
<li>Committed: file telah disimpan secara permanen dalam database Git</li>
</ul>
</p>
<p>
GitHub adalah sebuah platform yang memungkinkan pengembang (developer) untuk membuat, menyimpan, mengelola, dan membagikan kode program.
GitHub menggunakan Git sebagai sistem distributed version control untuk melacak perubahan kode secara kolaboratif.<br>
Selain fungsi utamanya sebagai repositori kode, GitHub juga menyediakan berbagai fitur pendukung proyek, antara lain:
<ul>
<li>Kontrol akses terhadap repositori</li>
<li>Pelacakan bug dan pengajuan permintaan fitur (feature request)</li>
<li>Manajemen tugas (task management)</li>
<li>Integrasi berkelanjutan (continuous integration)</li>
<li>Wiki proyek sebagai dokumentasi kolaboratif</li>
</ul>
</p>
<hr>
<h2>Perintah Dasar Git</h2>
<ol>
<li>
<strong>git init</strong><br>
Membuat repository kosong baru atau mengubah folder yang ada menjadi repository Git.
</li>
<li>
<strong>git add</strong><br>
Menambahkan perubahan ke staging area.<br>
<ul>
<li><code>git add .</code> → Menandai seluruh perubahan.</li>
<li><code>git add namaFile.ekstensi</code> → Menandai file tertentu.</li>
</ul>
</li>
<li>
<strong>git status</strong><br>
Menampilkan status file: apakah sudah ditambahkan ke staging area atau belum.
</li>
<li>
<strong>git restore</strong><br>
Menghapus perubahan yang telah dilakukan.<br>
<ul>
<li><code>git restore .</code> → Menghapus semua perubahan.</li>
<li><code>git restore namaFile.ekstensi</code> → Menghapus perubahan pada file tertentu.</li>
<li><code>git restore --staged .</code> → Menghapus file dari staging area agar tidak direkam saat commit.</li>
</ul>
</li>
<li>
<strong>git commit</strong><br>
Menyimpan perubahan dari staging area ke repository lokal.<br>
<code>git commit -m "pesan commit"</code> → Menambahkan pesan deskriptif.
</li>
<li><strong>git log</strong><br>
Menampilkan riwayat commit yang telah dilakukan, termasuk ID hash, branch, author, tanggal, dan pesan commit.
</li>
<li>
<strong>git checkout</strong><br>
Berpindah ke branch atau commit tertentu.<br>
<ul>
<li><code>git checkout namaBranch</code> → Beralih ke branch.</li>
<li><code>git checkout idCommit</code> → Beralih ke commit tertentu.</li>
</ul>
</li>
<li>
<strong>git branch</strong><br>
Mengelola cabang dalam repository.<br>
<ul>
<li><code>git branch -a</code> → Melihat semua branch.</li>
<li><code>git branch namaBranch</code> → Membuat branch baru.</li>
</ul>
</li>
<li>
<strong>git merge</strong><br>
Menggabungkan branch ke branch aktif.<br>
<code>git merge namaBranch</code> → Menggabungkan branch tertentu.
</li>
<li>
<strong>git remote add & git push</strong><br>
<ul>
<li><code>git remote add origin https://github.com/username/nama_repo.git</code> → Menambahkan alamat remote.</li>
<li><code>git push origin</code> → Mengirim commit ke remote repository.</li>
</ul>
</li>
<li>
<strong>git pull</strong><br>
Mengambil dan menggabungkan perubahan dari remote repository ke repository lokal.<br>
Repository lokal harus sudah terhubung dengan remote.
</li>
<li>
<strong>git fetch</strong><br>
Mengambil perubahan dari remote repository tanpa langsung menggabungkannya.
</li>
<li>
<strong>git clone</strong><br>
Menyalin repository remote (public atau milik sendiri) ke komputer lokal.<br>
<code>git clone https://github.com/username/nama_repo.git</code>
</li>
</ol>
<hr>
<h2>Fork</h2>
<p>
Fork adalah salinan dari repository yang ada di akun GitHub.
Fork biasanya digunakan untuk berkontribusi pada repository orang lain tanpa akses langsung (push), melalui pull request (PR).<br>
Berikut langkah-langkah melakukan fork:
<ol>
<li>Buka repository yang ingin difork</li>
<li>Klik tombol <code>"Fork"</code></li>
<li>Terbuka halaman Create fork, isi data yang dibutuhkan lalu klik <code>“Create a new fork”</code></li>
<li>Repository akan tersalin di akun GitHub, lalu bisa di-clone ke lokal</li>
<li>Tambahkan remote link ke repository asli agar bisa mengambil update terbaru</li>
<li>Lakukan perubahan di branch baru, lalu push ke akun sendiri</li>
<li>Buat Pull Request untuk mengirim kontribusi ke repository asli dengan klik <code>"Compare & pull request"</code>,
lalu masukkan judul dan deskripsi dan klik <code>"Create pull request"</code></li>
</ol>
</p>
<hr>
<h2>Github Pages</h2>
<p>
GitHub Pages adalah layanan gratis dari GitHub untuk mempublikasikan halaman web langsung dari repository.
Cocok untuk portofolio, dokumentasi proyek, atau tugas kuliah.<br>
Langkah-langkah mengaktifkan GitHub Pages:
<ol>
<li>Masuk ke repository di GitHub</li>
<li>Klik tombol <code>"Settings"</code></li>
<li>Scroll ke bagian Pages</li>
<li>Pilih Branch: main dan Folder: / (root)</li>
<li>Klik <code>"Save"</code></li>
<li>Tunggu 1–2 menit, akan muncul link GitHub Pages</li>
<li>Buka link tersebut di browser untuk melihat hasilnya</li>
</ol>
</p>
</body>
</html>